Film Fitnah dan Respon Kita

Akhir akhir ini banyak sekali tulisan yang berbicara tentang Film Fitnah, Film yang dibikin oleh senator dari partai sayap kanan Belanda ini mendapat respon keras dari umat Islam seluruh dunia, sama halnya ketika salah satu koran di Denmark membuat karikatur yang menghina Nabi Muhammad. Respon dari masyarakat kita pun beragam, ada yang menghujat balik dan mendesak pemerintah agar memutuskan hubungan dengan Pemerintah Belanda dan menghujat sistem kebebasan yang ada di negara tersebut.

Pemerintah Belanda sendiri dalam melihat kasus ini hanya menyesalkan sikap Geert Wilders yang membuat Film tersebut tampa memberikan hukuman terhadapnya, ini sangat masuk akal karena sistem hukum di belanda kebebasan individu sangat dihargai dan dijaga, sehingga individu berhak melakukan atau berpendapat atau berekspresi sejauh itu tidak bertindak secara anarkis (dalam arti kata fisik) sehingga patut dihargai pula alasan dari pemerintah belanda tersebut

Penodaan terhadap agama melaului media film memang seringkali terjadi, beberapa waktu yang lalu sebuah penemuan dari ahli arkeolog menemukan makam Yesus dan di realis melalui film yang di garap oleh national geogafis, kejadian sangat mengemparkan teologi Agama Kristen, yesus bagi kalagnan kristiani wafat dan jasadnya dibawa oleh Allah ke langit, tapi dalam film documenter tersebut dikatakan bahwa yesus dikubur dan bersama wanita yang diduga istrinya.

Masih dalam ingatan kita bersama, Film da vinci code yang bersumber dari Novel terlarisnya Dan brown juga menohok habis teologi kristiani, dan dalam Film tersebut digambarkan bagaimana tarekat opus dei sangat ingin menjaga rahasia bahwa yesus mempunyai keturunan.

Dalam banyak kasus penodaan agama melalui media Film mungkin yang paling sering di hujat dan ditelajangi adalah agama Katolik, ada beberapa alasan mengapa agama Katolik adalah agama yang paling banyak hujat, salah satu yang terpenting adalah faktor sejarah. Sejarah Eropa adalah sejarah kelam tentang pertikaian antara Gereja dan Negara. Dimana dulu Gereja begitu mendominasi Negara.

Dalam kasus penodaan Agama tersebut, mungkin respon yang palig reaktif muncul dari kalangan Islam, ini sangat beralasan karena umat islam memandang bahwa agamanya adalah agama yang sempurna, jauh dari kritk, sedangakan dalam peradaban moderen yang meniscayakan kebebasan berargumentasi atau berpendapat memungkinkan seseorang untuk mengkritik atau bahkan menghina institusi apapun entah itu agama, Negara atau sebagainya.

Kebebasan merupakan barang aneh bagi umat Islam, ia merupakan sosok yang menakutkan yang sewaktu waktu bisa menelanjangi sesuatu yang bisa dianggap sakral bagi agamanya. Padahal justru dengan kekebasan itu juga umat Islam bisa juga melakukan dengan cara yang sama untuk mengungkapkan sesuatu yang bisa dianggap benar olehnya.

Film fitnah merupakan Film yang menggambarkan bahwa Islam sangat intoleran dan melegitimasi kekerasan yang dilegitimasi oleh Al.quran.. Film yang berdurasi sekirat 18 menit teresebut juga mengangap bahwa Alquran adalah buku fasis yang disamaakan dengan buku Main kamp nya Hitler. Inilah yang mengusik telinga kalangan umat Islam.

Dalam menghapi cercaan dan hinaan dari kalangan yang tidak suka terhadap Islam mungkin kita harus banyak belajar dari agama lain, Katolik, karena katolik merupkan agama yang sering dihujat dan dihina di banding agama lain. Sikap Katolik jelas, yaitu membaiarkan cercaan itu kemudian dikembalikan kepada hati nurani, dan kembali kepada iman.

Sikap konfrontatif sangat tidak efektif dalam kasus Fitna dan sejenisnya karena justru akan membuat masalah baru yang akan menimbukan retaknya dialog Islam dan Barat yang selama ini seang dibangun oleh para cendikiawan kita

M. Zaim Nugrohoo

Mahaiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, bergiat di FOrum Mahasiswa Ciputat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: